Senin, 09 Juni 2008

Rangkumannya Pak wijaya

Hari Rabu waktu itu lupa tanggal berapa anak kelas 8 disuruh menulis & mengetik rangkuman photoshop oleh pak jay. Rangkumannya yang nyampe 4 lembar capeeekkk banget nulisnya. Tapi itu belum seberapa, ngetiknya lebih capek lagi.. Waktu untuk mengetiknya aja gw 2 hari ( itu sih karena gw kecapaian ) tapi 2 hari aja rasanya tangannya mau putus... Sesudah itu gw send deh ke alamat labschool seperti yg disuruh.. Abis itu gw cek blognya pak jay eh ternyata kecele dech gw! udah capek2 ngetik rangkumannya udah ada di blognya... Ya udah lewat mau diapain lagi....

Kartul gw mengenai global warming

A. Pengertian
1. Global Warming atau Pemanasan Global
Pemanasan global adalah proses peningkatan suhu rata - rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Terjadinya pemanasan global di bumi dimulai dari kenyataan bahwa energi panas yang dipancarkan berasal dari matahari yang masuk ke Bumi menciptakan cuaca dan iklim serta panas pada permukaan bumi secara global.
2. Green House Effect atau Efek Rumah Kaca
Kondisi yang menyerupai akibat yang ditimbulkan dalam rumah kaca terjadi pula dalam bumi ini, yaitu terperangkapnya energi dalam permukaan bumi oleh konsentrasi gas - gas dalam lapisan atmosfer. Pada kenyataannya, pemanasan global merupakan peningkatan suhu bumi secara bertahap sebagai akibat dari peningkatan konsentrasi gas efek rumah kaca dalam lapisan luar atmosfir. Dan ketika bumi meradiasikan kembali energi yang diterimanya ke luar angkasa, sebagian dari energi matahari yang masuk ke bumi, terperangkap dalam permukaan bumi akibat terhalang oleh gas - gas dalam atmosfir seperti uap air dan karbon dioksida.
3. Climate Change atau Perubahan Cuaca
Peningkatan konsentrasi gas pada lapisan atmosfir telah mempercepat perubahan rata – rata cuaca. Sejak abad 19 yang lalu sampai dengan abad 20, temperatur permukaan bumi telah mengalami peningkatan 0.5 – 1.0 °F. Dan perkiraan peningkatan suhu permukaan bumi rata – rata menurut para ahli akan mencapai 1-4.5 °F atau 0.6-2.5 °C dalam 50 tahun mendatang tergantung pada wilayah di bumi.Pembuktiannya terlihat dalam perubahan kondisi nyata yang terjadi dengan mancairnya salju pada Northern Hampshire dan menurunnya es apung pada Samudra Arktik.
Secara global, permukaan laut telah mengalami kenaikan lebih dari 4 - 8 inchi pada abad lalu. Penguapan yang terjadi pada dunia telah meningkat sekitar 1% dan frekuensi terjadinya hujan pun telah meningkat.
B. Proses Terjadinya Global Warming
Efek Rumah Kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Pada kenyataannya, di lapisan atmosfer terdapat selimut gas. Rumah kaca adalah Analogi atas bumi yang dikelilingi gelas kaca. Nah, panas matahari masuk ke bumi dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang.

Namun, panas yang seharusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas kaca dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaca di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi menahan panas untuk menghangatkan rumah kaca.

Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi selimut gas di atmosfer (Gas Rumah Kaca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya.

Maka, panas matahari yang tidak dapat dipantulkan ke angkasa akan meningkatkan suhu di bumi. Semua proses itu lah yang disebut Efek Rumah Kaca. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan dampak dari Efek Rumah Kaca.

Efek Rumah Kaca terjadi alami karena memungkinkan kelangsungan hidup semua makhluk di bumi. Tanpa adanya Gas Rumah Kaca, seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), atau dinitro oksida (N2O), suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Sejak awal jaman industrialisasi, awal akhir abad ke - 17, konsentrasi Gas Rumah Kaca meningkat drastis. Diperkirakan tahun 1880 temperatur rata – rata bumi meningkat 0.5 – 0.6 derajat selsius akibat emisi Gas Rumah Kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia.


C. Sumber Penyebab Global Warming

Pemanasan Global dan Perubahan Iklim terjadi akibat aktivitas manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil ( minyak bumi dan batu bara ) serta kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian , dan peternakan. Aktivitas manusia di kegiatan - kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer, yaitu peningkatan jumlah Gas Rumah Kaca secara global.

Sumber utama global warming adalah emisi karbondioksida. Karbondioksida secara global dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Gambaran prosentase urutan sektor industry penghasil bahan bakar terbesar adalah sebagai berikut:
- 36% dari industri energi ( pembangkit listrik / kilang minyak, dll )
- 27% dari sektor transportasi
- 21% dari sektor industri
- 15% dari sektor rumah tangga & jasa
- 1% dari sektor lain - lain.

Setiap kepala penduduk di negara barat mengeluarkan emisi karbondioksida 25 kali lebih banyak daripada penduduk di negara - negara berkembang. Lima pengemisi karbondioksida terbesar di dunia adalah Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, Jepang. Cina sebagai Negara berkembang menunjukkan sikap kepemimpinan dalam menanggapi isu Perubahan Iklim , berkebalikan dengan negara – negara industri yang kian terpuruk. Emisi karbondioksida Cina pada tahun 1998 turun hingga 4% dengan tingkat ekonomi naik hingga lebih dari 7%.

Gambar – gambar yang mencontohkan sumber penyebab meningkatnya emisi karbondioksida terdapat di Lampiran I.


D. Dampak Dari Global Warming

Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata - rata permukaan bumi akibat
peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan perubahan iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.

Diprediksikan pada tahun 2100, temperatur atmosfer akan meningkat 1.5 – 4.5 derajat Celcius, Jika pendekatan yang digunakan “melihat dan menunggu, tanpa melakukan apa- apa” (wait, see, and do nothing) maka berikut dampak- dampak yang lainnya yang akan dirasakan:
- Musnahnya berbagai jenis ke-anekaragaman hayati.
- Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir.
- Mencairnya es dan glasier di kutub.
- Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan
- Kenaikan permukaan laut sehingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun 2100 diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 - 95 cm.
- Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral Bleaching ) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia.
- Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan
- Menyebarnya penyakit – penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah - daerah baru
- Karena bertambahnya populasi serangga ( nyamuk ) Daerah - daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian.
Gambar dampak dari global warming terdapat di Lampiran II.

E. Langkah Untuk Mengurangi Efek Global Warming
Tidak hanya masyarakat Indonesia yang kesadaran atau pengetahuan tentang global warming yang masih rendah, seluruh masyarakat di dunia masih kurang pengetahuan tentang global warming. Ini disebabkan karena kekurangan pendidikan – pendidikan yang menggambarkan bahayanya pemanasan global.
Salah satu bentuk konkrit kepedulian Pemerintah Indonesia akan global warming adalah dengan berpartisipasi dalam United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang beberapa waktu lalu di adakan di Bali.
Sebagai salah satu Negara yang mempunyai hutan paling luas, Indonesia merupakan Negara yang diharapkan dapat berkontribusi paling besar dalam mengurangi dampak dari global warming. Oleh karena itu kesadaran pemerintah untuk mengurangi illegal logging / penebangan illegal sangat berarti. Pemerintah juga telah mengambil langkah – langkah untuk menghentikan global warming melalui aktifitas penghijauan.
Langkah-langkah lainnya yang dapat seluruh masyarakat Indonesia lakukan di rumah masing adalah sebagai berikut:
- Mengurangi penggunaan listrik berlebihan termasuk penggunaan TV, Komputer, AC dan alat-alat elektronik lainnya.
- Menggunakan kendaraan umum untuk mengurangi emisi gas dari mobil pribadi
- Menanam pohon dihalaman rumah
- Mengurangi penggunaan air bersih


A. Kesimpulan
Global warming / Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata – rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti oleh Perubahan Iklim; seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, fdi belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. Maka melalui langkah-langkah konkrit seperti mengurangi penggunaan listrik berlebihan dan menanam pohon di pekarangan rumah, masyarakat Indonesia dapat berperan aktif dalam mengurangi dampak – dampak dari global warming.
B. Saran
Saran saya adalah negara Indonesia untuk mendorong masyarakatnya agar lebih peduli / mengerti dengan keadaan global warming. Melalui penyuluhan dan pelatihan pemerintah harus segera mengurangi kendaraan – kendaraan pribadi apalagi kendaraan bermotor.

Saya berharap dalam membaca karya tulis ini, pembaca bisa meningkatkan pengertian lebih dalam mengenai global warming

Alasan membuat blog

Alasan saya membuat blog ini adalah karena merupakan tugas TIK kelas 8 SMP Labschool Jakarta

Senin, 26 Mei 2008